Interview: Noise Showcase

We sat beside noise for a short talk about his showcase, while helping him do an editorial for his merch.

Where'd you get the idea for Noise Showcase? 
Gue pengen coba ngasih performance yang maksimal. Sebelum-sebelumnya gue manggung cuma diiringin minus one dari DJ doang, dan itu jauh banget dari apa yang gue pengen kasih. waktu showcase kemaren gue mencoba buat nuangin ide-ide yang sebenernya penting buat gue terapin biar orang ngerti apa yang sebenernya pengen gue kasih.

Which particular idea you think cannot be delivered by performing with a minus one? 
Banyak. Jaman dulu, sebelum industri musik shifting ke arah sekarang, yang diingat orang dari performance sebuah artist adalah energinya. Makanya dari klub-klub kecil, dari John Coltrane, Miles Davis, Sex Pistols, bisa tersebar word of mouth ke lebih banyak orang tentang hal yang dilakukan sang artist. Ada koneksi yang timbul di artist dan audiensnya. Musik festival besar, bertujuan menjadi jembatan antara banyak artist dan banyak audiens. Banyak artist maka dibutuhkan banyak fasilitas, sementara komunikasi yang gue maksud tadi membutuhkan fasilitas yang tailored to each of the artists' own needs. Karena itulah, akan ada kompromi yang harus dilakukan di festival musik dalam rangka efisiensi. Artist ga seharusnya berkompromi. Sebenernya lebih dari persoalan minus one atau engga, gue pengen punya showcase sendiri, yang tailored to my own needs. Dari lighting, sound, tempat, visual, semuanya hasil kurasi gue yang memberikan gue ruang untuk bisa mengkomunikasikan semuanya kepada audiens. Seolah pengen bilang ke audiens, selamat datang di dunia gue. Menurut gue seharusnya semua artist punya kesempatan untuk mengundang orang ke dunianya sendiri seperti itu. 

Which kind of "world" you want to give?
Gue pengen titik temu nya tuh di perasaan, atau experience. yang mau gue kasih itu pasti hal-hal atau dunia yang udah gue rasain juga. Kenapa gue pake istilah dunia, itu karena "dunia" itu adalah hasil kurasi tentang apa aja yang udah pernah gue kumpulin. Contoh waktu ke Berlin, itu gue coba serap semua – kotanya, arsitekturnya, vibe-nya, gue juga pelajarin sedikit sejarahnya. gue inget banget waktu gue ke Darklands. Dari gue turun stasiun, terus lewatin courtyard kosong, masuk gedung terus naik lift, sampe akhirnya gue masuk ke tokonya, kayak ada perasaan mencekam gimana gitu hahaha. Waktu gue masuk dan liat barang-barang yang di display disitu, semuanya jadi make sense. Gue ga nyangka toko bisa ngasih gue perasaan tertentu lewat experience. Gue merasa overwhelmed dengan semua pengalaman-pengalaman kayak gini dan coba gue implementasikan semua perasaan itu ke dalam semua yang gue kasih. Dan ini hanya sebagian atau salah satu contoh. ada juga perasaan yang gue dapet dari nonton konser, atau sesimple dengerin set dj. semua perasaan itu gue coba telusurin datangnya darimana, apakah dari sound, atau visual, atau ruangan. Makanya sebenernya ga ada yang orisinil dari gue, tapi ketika semuanya gue coba rangkai, itu yang ngebentuk dunia orisinil bikinan gue. Semua coba gue rangkum ke dalam karya-karya gue, yang puncaknya adalah performance ideal yang gue cari.

So, every other of your works - videos, designs for Noise, even music, isn't the final work by itself?
Iya. Semua gue anggap sebagai semacam teaser, atau trailer film haha. Gue membuat semua itu dengan pemikiran bahwa mereka semua akan terakumulasi dalam sebuah performance, final act. Bowie sih yang sampai sekarang gue temuin salah satu yang paling berhasil buat bikin dunia sendiri.

Let's say those communications you intended, has been successfully delivered through Noise Showcase. What kind of output do you expect? How do you want your audience to perceive or feel your "world"? 
Orang ga mesti ngerasain hal yang sama. Yang penting "dunia" gue ini udah seperti yang gue pengen, jadinya bisa ngasih experience buat siapapun yang pernah ke dunia itu.

Editorial: Sherdinan Sulthan
Stage photo: Shindu Alpito
Styling: Noise
Talent: Carissa Perusset, Noise

For orders regarding Noise's merchandises, please contact him directly through theonarteam@gmail.com.